Risiko Akuntansi pada Akad Istishna dan Dampaknya terhadap Penyajian Laporan Keuangan
DOI:
https://doi.org/10.65510/jibei.v2i1.253Keywords:
Istishna, risiko akuntansi, laporan keuangan syariah, PSAK Syariah, pengungkapan.Abstract
Akad istishna’ merupakan akad pemesanan/pembuatan barang yang banyak digunakan pada pembiayaan konstruksi, manufaktur, dan pre-order e-commerce. Akad ini menimbulkan risiko khas seperti risiko penyelesaian produk, pembatalan pesanan, penilaian persediaan dalam proses, dan pengakuan pendapatan yang berimplikasi langsung pada keandalan penyajian laporan keuangan entitas syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (data sekunder) untuk mengidentifikasi risiko akuntansi pada akad istishna’ dan menganalisis dampaknya terhadap komponen laporan keuangan (laporan posisi keuangan, laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan). Temuan menunjukkan empat kelompok risiko akuntansi utama (risiko pengakuan pendapatan, risiko penilaian persediaan/proyek berproses, risiko kredit/bagian piutang, dan risiko pengungkapan/ketidakpastian aturan praktik) yang, jika tidak dikelola sesuai PSAK Syariah dan praktik pengungkapan yang memadai, akan memengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. Rekomendasi meliputi adopsi kebijakan akuntansi terdokumentasi sesuai PSAK Syariah (PSAK Syariah tentang Istishna), estimasi manajemen yang konservatif, dan pengungkapan risiko kontinjensi serta asumsi penting dalam catatan atas laporan keuangan.
Kata Kunci: Istishna, risiko akuntansi, laporan keuangan syariah, PSAK Syariah, pengungkapan.



