Peran Asuransi Siber (Cyber Insurance) Sebagai Alat Transfer Risiko di Era Digital

Penulis

  • Yohana Tirta Widia Swari Simamora Universitas Negeri Medan
  • Haura Rifqa Hascarjani Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Asuransi siber Cyber insurance Transfer risiko Manajemen risiko Risiko siber Transformasi digita

Abstrak

Transformasi digital yang pesat meningkatkan ketergantungan organisasi terhadap teknologi informasi sekaligus memperbesar risiko ancaman siber seperti kebocoran data, ransomware, malware, dan gangguan sistem informasi yang dapat menimbulkan kerugian finansial, operasional, hukum, dan reputasi. Dalam manajemen risiko, salah satu strategi yang digunakan adalah transfer risiko melalui asuransi siber (cyber insurance). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asuransi siber sebagai instrumen transfer risiko di era digital, mengidentifikasi manfaat dan keterbatasannya, serta mengkaji peluang pengembangannya dalam mendukung manajemen risiko organisasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asuransi siber berperan dalam mengalihkan sebagian dampak finansial dari insiden siber serta mendorong peningkatan kesadaran keamanan informasi dan praktik manajemen risiko organisasi. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti kesulitan kuantifikasi risiko, korelasi risiko siber yang tinggi, keterbatasan cakupan polis, dan rendahnya pemahaman organisasi.

Unduhan

Diterbitkan

24-06-2026

Cara Mengutip

Simamora, Y. T. W. S., & Hascarjani, H. R. (2026). Peran Asuransi Siber (Cyber Insurance) Sebagai Alat Transfer Risiko di Era Digital. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 88–95. Diambil dari https://ejournal.pkmpi.org/index.php/ijess/article/view/328