Budaya Risiko (Risk Culture) Sebagai Pondasi Penerapan Manajemen Risiko Dalam Organisasi

Penulis

  • Jose Adrian Simbolon Universitas Negeri Medan
  • Nastiar Saputra Rangkuti Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

budaya risiko, Manajemen risiko, Risk culture, Organisasi, Pengendalian risiko

Abstrak

Budaya risiko (risk culture) merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko di organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep budaya risiko, faktor-faktor yang memengaruhinya, proses implementasi, manfaat, hambatan, serta upaya peningkatan budaya risiko dalam organisasi. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber akademik, standar manajemen risiko, dan referensi terkait budaya risiko. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya risiko berperan penting dalam meningkatkan kesadaran risiko, kualitas pengambilan keputusan, kepatuhan organisasi, serta keberlangsungan bisnis. Namun demikian, implementasi budaya risiko masih menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya kesadaran karyawan, resistensi terhadap perubahan, lemahnya komunikasi risiko, serta keterbatasan sumber daya organisasi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen manajemen, penguatan komunikasi, pelatihan berkelanjutan, dan evaluasi berkala agar budaya risiko dapat menjadi bagian integral dari aktivitas organisasi.

 

Unduhan

Diterbitkan

24-06-2026

Cara Mengutip

Adrian Simbolon, J., & Saputra Rangkuti, N. . (2026). Budaya Risiko (Risk Culture) Sebagai Pondasi Penerapan Manajemen Risiko Dalam Organisasi. Jurnal Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 96–101. Diambil dari https://ejournal.pkmpi.org/index.php/ijess/article/view/329